Sabtu, 02 Oktober 2010

takdir cinta

puisiku menyibak takdir
kata - kata tertoreh membuka kenyataan
kesabaran yang bertahan
hanya berbuah kekecewaan
syair - syair di halaman buku - buku yang merintih
huruf - huruf yang terkulai di baris - baris akhir
bersumber dari realita cintaku
air mataku kau jatuhkan dalam kalbuku
meluap menenggelamkan jiwaku
ku coba berlari menjauhi kenyataan

kisah cinta

dialog kebeningan dan orkestra malam
merajut kepedihan
sebuah waktu sebuah kisah
dalam kencan keheningan merangkai ingatan yang hilang
gravitasi cinta dan nada cinta di awal tahun
menyibak kenangan indah

sepenggal kisah abadi

waktu terus berjalan
merangkai setiap kenangan
pahit yang menggores hati
manis yang selalu terkenang
sepenggal kisah indah itu

Kamis, 30 September 2010

pintu waktu II

gulita disunyinya malam
dengan dikelamnya waktu
bintang - bintang menagngis sendu
desah malam menyerang kepedihan
jerit hati yang terluka
cinta menjelma menjadi harapan kosong
tubuh - tubuh pepohonan

pintu waktu I

hati dan jiwaku teramat lelah
hingga sakit yang kurasakan
tak pernah aku rasakan
waktu terus menorehkan jawaban dengan sadisnya
akhir kisah mengawali keputusasaan
rasa cinta itu ia kubur teramat dalam

tangisan senja

malam membunuh senja yang menagis
memotong hari yang lelah
namun nadi kehidupan terus berdenyut
melawan arus kehidupan yang menerjang terjang
berat hati menanggung beban
yang masih menindih pundak jiwa
konflik lampau memburu waktu yang berjalan
teramat lelah nurani ini

titik frase

waktu terus berpacu dengan realita
hatiku lelah mengejar kenyataan
apa daya batin yang rapuh
oleh tikaman roda kisah cinta
tetap kukuh bertahan
ingin rasanya meputar waktu