Kamis, 07 Oktober 2010

siluet kegalauan

bola mata menerawang disertai otak dan fikiran mengambang
kesepian menerjang ruang hati yang kosong
hawa kegalauan menyeruak dinginnya malam
siluet - siluet putih mengabur di pandangan

simfoni monoton

angin mendesah tanpa irama
nyanyian hidup yang terasa monoton
ruang hati yang kosong
kesepian menghujam jantung ini
kehampaan melemahkan ambissi
cinta terbius kepedihan
alunan sendu meyayat jiwa

kesaksian bisu

sayap - sayap tinta mengembang
goresan - goresannya menodai lembaran - lembaran putih
kerelaan wajah putih untuk tercoreng
asalkan memuaskan hati yang gundah
itulah saksi bisu hati yang beku
ataukah sudah mati

sebuah pertanyaan

beku
sunyi
gelap
hilang
pedih
tanpa arti
hidup

Senin, 04 Oktober 2010

kebekuan senja

jemari kabut menggerayangi senja
mentari mulai terlelap di lekuk - lekuk horison barat
tetes - tetes hujan menerjang udara yang berpelukan
hawa dingin menusuk pori - pori
hati membeku bukan karena angin - angin itu
melainkan diabaikan cinta
dicoba meluluhkan hati itu

ujung kuku

cerita indah tanpa arti
sebesar gunung yang menjulang
seluas samudra yang bersatu
seindah bunga yang mekar
sewangi melati yang kembang
semua itu dusta
jika cerita indah tanpa arti
mengapa dapat diartikan
jika sebesar gunung yang menjulang
gunung itu akan meletus
jika seluas samudra yang bersatu
samudra itu akan kering
jika seindah bunga yang mekar
bunga itu akan layu

cinta sejati

derai tangis langit
air hujan mengguyur tubuh bumi
seolah menyejukan makhluk hidup
hatiku tetap tertutup
berbagai macam bentuk kunci itu

hilangnya kunci

hari - hari monoton tanpa nada
rasa tak dapat merasakan
pintu hati terkunci

bunga malam

malam meneteskan air mata
apa yang dicari
hanya ada kegelapan
semua hilang
penyesalan selalu ada dibatas akhir
cahaya tak bersinar lagi

Sabtu, 02 Oktober 2010

tangisan langit

langit menangis
kaki - kaki hujan menginjak - injak tubuh bumi
berkroyokan membunuh api cinta yang berkobar
angin jahanam mendesah dalam gerimis

takdir cinta

puisiku menyibak takdir
kata - kata tertoreh membuka kenyataan
kesabaran yang bertahan
hanya berbuah kekecewaan
syair - syair di halaman buku - buku yang merintih
huruf - huruf yang terkulai di baris - baris akhir
bersumber dari realita cintaku
air mataku kau jatuhkan dalam kalbuku
meluap menenggelamkan jiwaku
ku coba berlari menjauhi kenyataan

kisah cinta

dialog kebeningan dan orkestra malam
merajut kepedihan
sebuah waktu sebuah kisah
dalam kencan keheningan merangkai ingatan yang hilang
gravitasi cinta dan nada cinta di awal tahun
menyibak kenangan indah

sepenggal kisah abadi

waktu terus berjalan
merangkai setiap kenangan
pahit yang menggores hati
manis yang selalu terkenang
sepenggal kisah indah itu