Ketika kabut malam menyelimuti tubuh bumi
Hatiku diselimuti aura - aura kecemasan
Sesuatu yang aneh
Yang selama ini menjadi misteri bagiku
Gulita malam mencekam
bisunya malam yang begitu mencela hati
angin tiada bertiup seakan mati
bintang bintang pun hilang ditelan kegelapan
sang rembulan terhipnotis kesepian
detik demi detik berlari
roda waktu kian mendekat
aku ada di dalam selimut ketakutan
hatiku kalang kabut oleh kegelisahan
malam malam begitu menyiksa
kala keindahan dan kemesraan melayang layang di dalam khayalku
namun bayangan kesepian bergelayutan di otaku
sungguh
bola mata menerawang disertai otak dan fikiran mengambang
kesepian menerjang ruang hati yang kosong
hawa kegalauan menyeruak dinginnya malam
siluet - siluet putih mengabur di pandangan
angin mendesah tanpa irama
nyanyian hidup yang terasa monoton
ruang hati yang kosong
kesepian menghujam jantung ini
kehampaan melemahkan ambissi
cinta terbius kepedihan
alunan sendu meyayat jiwa
sayap - sayap tinta mengembang
goresan - goresannya menodai lembaran - lembaran putih
kerelaan wajah putih untuk tercoreng
asalkan memuaskan hati yang gundah
itulah saksi bisu hati yang beku
ataukah sudah mati
jemari kabut menggerayangi senja
mentari mulai terlelap di lekuk - lekuk horison barat
tetes - tetes hujan menerjang udara yang berpelukan
hawa dingin menusuk pori - pori
hati membeku bukan karena angin - angin itu
melainkan diabaikan cinta
dicoba meluluhkan hati itu
cerita indah tanpa arti
sebesar gunung yang menjulang
seluas samudra yang bersatu
seindah bunga yang mekar
sewangi melati yang kembang
semua itu dusta
jika cerita indah tanpa arti
mengapa dapat diartikan
jika sebesar gunung yang menjulang
gunung itu akan meletus
jika seluas samudra yang bersatu
samudra itu akan kering
jika seindah bunga yang mekar
bunga itu akan layu
puisiku menyibak takdir
kata - kata tertoreh membuka kenyataan
kesabaran yang bertahan
hanya berbuah kekecewaan
syair - syair di halaman buku - buku yang merintih
huruf - huruf yang terkulai di baris - baris akhir
bersumber dari realita cintaku
air mataku kau jatuhkan dalam kalbuku
meluap menenggelamkan jiwaku
ku coba berlari menjauhi kenyataan