Selasa, 07 Juni 2011

Ketakutan

malam ini aku kembali menangis
mengenangmu
aku takut
takut sekali
sangat takut kehilanganmu
kau segalanya bagiku

Rabu, 18 Mei 2011

Jeritan Hati

ketika gulita menyelimuti senja
aku berbicara dengan bulan yang muram itu
bertanya - tanya tentangmu
mungkin orang mengangapku bodoh dan gila
tapi tak ada yang lain disini
aku kangen kamu
apa kamu merasakannya?
ketakutan itu selalu menghantuiku

Penantian


Aku kangen banget sama kamu
Apa kamu tahu sayang?
Aku menangis
Aku sedih
Aku kesepian
Aku butuh kamu
Teringat semua kenangan kenangan kita

Episode Selanjutnya


Maya
Fatamorgana
Semu
Ketidakpastian
Tapi tak ada kata menyesal dalam kamus hidupmu
Telah mengenalmu dan mempersembahkan semuanya
Karena cinta dan kasih

Sebuah Keyakinan


Layaknya dewi malam yang takut kehilangan cahayanya
Terselimuti jaring – jaring awan hitam yang melayang – layang dbawahnya
Jemari kabut yang membungkus gelap
Fikiran dan hati dipenuhi s emua tentangmu
Dalam cengkraman tangan angin yang memeluk jiwa
Kegalauan mencabik – cabik kesepian

Selasa, 17 Mei 2011

Jurang Keraguan


Senja diterkam gulita malam
Nada malam merintih dalam kesunyian
Denting – denting jarum jam mencabik cabik urat urat waktu
Seakan menunggu mentari hadir dimalam hari
Menanti bintang dibawah teriknya raja siang
Penantianku seakan seongok sampah yang membusuk
Kemana aku harus mengadu

Purnama Kesepian


Dewi malam menari diatap bumi
Melenggak lenggok menghipnotis remang – remang
Ragamu yang begitu jauh
Entah mungkin hatimu
Dibawah sinar purnama
Aku merintih kesepian

Kamis, 05 Mei 2011

Aura Kecemasan

Ketika kabut malam menyelimuti tubuh bumi
Hatiku diselimuti aura - aura kecemasan
Sesuatu yang aneh
Yang selama ini menjadi misteri bagiku
Gulita malam mencekam

Selasa, 15 Februari 2011

detik kegelisahan

bisunya malam yang begitu mencela hati
angin tiada bertiup seakan mati
bintang bintang pun hilang ditelan kegelapan
sang rembulan terhipnotis kesepian
detik demi detik berlari
roda waktu kian mendekat
aku ada di dalam selimut ketakutan
hatiku kalang kabut oleh kegelisahan
malam malam begitu menyiksa
kala keindahan dan kemesraan melayang layang di dalam khayalku
namun bayangan kesepian bergelayutan di otaku
sungguh

Kamis, 07 Oktober 2010

siluet kegalauan

bola mata menerawang disertai otak dan fikiran mengambang
kesepian menerjang ruang hati yang kosong
hawa kegalauan menyeruak dinginnya malam
siluet - siluet putih mengabur di pandangan

simfoni monoton

angin mendesah tanpa irama
nyanyian hidup yang terasa monoton
ruang hati yang kosong
kesepian menghujam jantung ini
kehampaan melemahkan ambissi
cinta terbius kepedihan
alunan sendu meyayat jiwa

kesaksian bisu

sayap - sayap tinta mengembang
goresan - goresannya menodai lembaran - lembaran putih
kerelaan wajah putih untuk tercoreng
asalkan memuaskan hati yang gundah
itulah saksi bisu hati yang beku
ataukah sudah mati

sebuah pertanyaan

beku
sunyi
gelap
hilang
pedih
tanpa arti
hidup

Senin, 04 Oktober 2010

kebekuan senja

jemari kabut menggerayangi senja
mentari mulai terlelap di lekuk - lekuk horison barat
tetes - tetes hujan menerjang udara yang berpelukan
hawa dingin menusuk pori - pori
hati membeku bukan karena angin - angin itu
melainkan diabaikan cinta
dicoba meluluhkan hati itu

ujung kuku

cerita indah tanpa arti
sebesar gunung yang menjulang
seluas samudra yang bersatu
seindah bunga yang mekar
sewangi melati yang kembang
semua itu dusta
jika cerita indah tanpa arti
mengapa dapat diartikan
jika sebesar gunung yang menjulang
gunung itu akan meletus
jika seluas samudra yang bersatu
samudra itu akan kering
jika seindah bunga yang mekar
bunga itu akan layu

cinta sejati

derai tangis langit
air hujan mengguyur tubuh bumi
seolah menyejukan makhluk hidup
hatiku tetap tertutup
berbagai macam bentuk kunci itu

hilangnya kunci

hari - hari monoton tanpa nada
rasa tak dapat merasakan
pintu hati terkunci

bunga malam

malam meneteskan air mata
apa yang dicari
hanya ada kegelapan
semua hilang
penyesalan selalu ada dibatas akhir
cahaya tak bersinar lagi

Sabtu, 02 Oktober 2010

tangisan langit

langit menangis
kaki - kaki hujan menginjak - injak tubuh bumi
berkroyokan membunuh api cinta yang berkobar
angin jahanam mendesah dalam gerimis

takdir cinta

puisiku menyibak takdir
kata - kata tertoreh membuka kenyataan
kesabaran yang bertahan
hanya berbuah kekecewaan
syair - syair di halaman buku - buku yang merintih
huruf - huruf yang terkulai di baris - baris akhir
bersumber dari realita cintaku
air mataku kau jatuhkan dalam kalbuku
meluap menenggelamkan jiwaku
ku coba berlari menjauhi kenyataan